Beberapa Tips Sederhana Perlu Dilakukan Agar Anak Berperilaku Baik

Dalam upaya memperbanyak anak terkadang orang tua merasa kewalahan dan tidak tahu mesti bagaimana menghadapi anaknya yang susah diatur, tidak patuh, tidak peduli dan bahkan tidak jarang menyakiti perasaan orang tuanya (membentak dan melawan). Padahal mereka telah merasa telah menyerahkan segala yang diharapkan anaknya seperti keperluan pendidikan, pakaian, mainan, dan makanan. Namun kenapa anak tetap saja tidak inginkan patuh, sopan, disiplin dan bertanggung jawab?

Perlu anda pahami bahwa seorang anak tidak saja memerlukan keperluan jasmani saja laksana uang untuk melakukan pembelian mainan dan makanan, sekolah di lokasi yang bergengsi, dan pakaian yang mahal. Tetapi, ada keperluan lain yang dapat menyerahkan hidup anak bakal menjadi lebih berarti. Kebutuhan tersebut ialah terpenuhinya keperluan rohani laksana kasih sayang, cinta, perhatian, dan pujian khususnya dari orang-orang terdekatnya, orang tua.


Kita setuju bahwa lokasi tinggal (keluarga) adalahsekolah kesatu untuk anak. Tempat dimana seorang anak kesatu kali mendapatkan latihan tentang bagaimana ‘hidup’. Orang tua ialah guru kesatu yang mengajarkan dan menuntun anak bagaimana berperilaku. Bagi itu, ada sejumlah unsur pokok yang butuh orang tua lakukan supaya mudah dalam mendidik anak berperilaku terpuji (Mahmud Al-Khal’wi dan Muhammad Said Mursi 2007), yaitu menyerahkan kasih sayang, bersikap sabar, dan menyerahkan tauladan.

Cinta dan kasih sayang.

Pemaksaan dan kekerasan bukan merupakan teknik yang baik dalam mendidik anak. Tindakan orang tua itu tidak akan dapat menyelesaikan masalah yang terjadi, malah sebaliknya. Pemaksaan atau kekerasan yang dilaksanakan oleh orang tua sebagai teknik untuk mendidik anak bisa mendorong munculnya masalah baru dalam diri anak. Anak akan merasakan luka bathin atau berperilaku keras dan kasar sebab ia bakal memandang bahwa kekerasan dan pemaksaan ialah cara biasa untuk menuntaskan masalah.

Sebagai orang tua yang menginginkan anak yang berperilaku terpuji, hendaklah mendidiknya dengan kelembutan, cinta dan kasih sayang. Seseorang akan dapat memberi sesuatu andai ia mempunyai sesuatu guna diberikan, begitu pun pada diri anak. Seorang anak akan dapat memberikan cinta, kasih sayang dan kelembutan andai ia mempunyai semua itu.

Orang tua yang menyerahkan segudang cinta untuk anak dapat membuat anak menjadi ’jatuh cinta’ untuk orang tuanya. Kita seluruh tentu setuju bahwa andai seseorang sudah jatuh cinta maka ia akan mengerjakan segalanya guna membahagiakan orang yang dicintainya, begitu pun pada anak. Anak yang menyukai orang tuanya akan tidak jarang kali mendengarkan ucapan-ucapan mereka dan tidak mengerjakan sesuatu yang akan membuat kecewa orang tuanya.

Kesabaran.

Pada umumnya, suatu proses yang dilaksanakan dengan tergesa-gesa tidak bakal menghasilkan sesuatu yang maksimal. Contohnya, saat seorang ibu menciptakan suatu makanan guna pesta. Masakan yang didapatkan sang ibu itu bila dilaksanakan dengan tergesa-gesa bisa menimbulkan sejumlah kemungkinan yang menciptakan tampilan, rasa ataupun warna makanan tidak cocok dengan yang diharapkan.

Hal di atas bakal sama hasilnya, andai orang tua memperbanyak anak dengan sikap tidak sabar (terburu-buru). Mendidik, mengasuh dan menuntun anak selain butuh waktu tentunya membutuhkan kesabaran dari pendidiknya, orang tua. 

Proses memperbanyak anak tidak barangkali dapat dilaksanakan dengan instan. Ada hal-hal tertentu yang membutuhkan kesabaran dalam melaksanakannya, laksana pada ketika orang tua menghadapi anak yang melakukan kekeliruan atau saat orang tua sedang merealisasikan sikap disiplin untuk anak. 

Tindakan menasehati, menuntun dan menunjukkan anak selain membutuhkan ilmu dan keterampilan dibutuhkan juga suatu kesabaran. Sering kali orang tua butuh mengingatkan, menasehati dan memberikan misal berulang. Bagi itu, andai orang tua tergesa-gesa dalam beraksi kemungkinan masalah yang terjadi bukannya cepat berlalu tetapi kebalikannya akan memunculkan masalah baru laksana orang tua dan anak merasakan stress dan salah faham.

Teladan yang baik

Pada dasarnya anak senang meniru. Salah satu format perilaku yang ia miliki diperolehnya dengan teknik mencontoh dari orang-orang terdekatnya. Bagi itu, orang tua dan anggota keluarga beda perlu berhati-hati dalam bersikap dan beraksi terutama saat sedang berada di sekitar anak. 

Anak belajar dari apa yang ditunjukkan kepadanya baik dengan sengaja maupun tidak disengaja. Orang tua tidak mungkin menginginkan anaknya guna tidak berdusta jika dalam berkata orang tua tidak jarang kali berbohong. Begitu pun dalam urusan menanamkan perilaku terpuji pada anak ( Sabar, disiplin dan bertanggung jawab) perlu suatu tauladan dari orang tua untuk anaknya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Beberapa Tips Sederhana Perlu Dilakukan Agar Anak Berperilaku Baik"

Post a Comment